Cara Mudah Membuat Paspor

Temans Jakartans, siapa yang sudah kangen jalan-jalan ke luar negeri? Kangen packing-packing, kangen foto romantis di Cappadocia, menyusuri kanal di Venesia atau sekadar kangen membuka gorden jendela hotel dengan view menara Eiffel. Tenang saja, kabar bahagianya nih, setelah kasus covid 19 sudah menunjukkan gejala ‘terkendali’, pemerintah sudah memberlakukan 100% keadaan normal dan bahkan beberapa negara sudah membuka kembali sektor pariwisatanya. Artinya, travelling ke luar negeri sudah bisa dilakukan.

Tapi apalah daya kalau keinginan tidak sejalan dengan kemampuan, ibarat kata, maksud hati ingin merengkuh gunung, tapi apalah daya tangan tak sampai. Selain masalah finansial, beberapa masalah administrasi juga terkadang jadi penghalang. Salah satunya adalah passport. Jangan sampai nih niat jalan-jalan teman Jakartans terkendala karena tidak memiliki passport.

Passport adalah identitas kewarganegaraan resmi yang digunakan dalam perjalanan luar negeri, semua warga negara berhak mendapatkannya dengan mengikuti ketentuan perundang-undangan. Passport dibedakan menjadi tiga jenis, pertama adalah passport biasa yang digunakan oleh kebanyakan warga, kedua adalah passport diplomatik yang biasa digunakan untuk aktifitas kekonsuleran diplomat dan yang terakhir adalah paspor dinas yang digunakan oleh pejabat ataupun pegawai negara untuk pendampingan kunjungan luar negeri. Sebelumnya ada passport umrah/haji namun passport jenis ini sudah dihilangkan. Bagi warga biasa, harap diperhatikan betul bahwa paspor biasa juga dibedakan menjadi dua, ada yang 48 halaman ada yang 24 halaman. Teman thejakartans jangan sampai memilih yang 24 halaman karena ini berarti anda harus siap diperlakukan sebagai TKI sementara 48 dianggap sebagai traveller.

Bagi teman jakartans yang ingin membuat passport, yuk perhatikan syarat dan langkah pembuatan passport berikut ini, agar tidak bolak-balik ke imigrasi karena ketidak tahuan informasi.

Syarat Pembuatan Passport

Untuk membuat passport, berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2014, setiap warga negara harus memiliki dokumen-dokumen berikut;

  1. KTP (asli dan salinan)
  2. Kartu Keluarga (asli dan salinan)
  3. Ijazah terakhir/Buku Nikah/Akta Kelahiran (asli dan salinan)

Harap dicatat bahwa nama dan tempat tanggal lahir yang tertera antara satu dokumen dengan dokumen lainnya harus sama, ketidaksesuaian nama dan tempat tanggal lahir dipastikan akan membuat proses pembuatan paspor menjadi lama. Misal ternyata dalam perjalanan hidup seseorang mengalami pergantian nama, maka harus menyerahkan surat keputusan menteri hukum dan ham tentang pergantian nama seseorang.  

Tahap Pembuatan Paspor

Setelah yakin bahwa semua syarat sudah terpenuhi alangkah baiknya untuk mendownload aplikasi mpaspor yang sudah tersedia baik di AppStore maupun Playstore. Disana akan terlihat kantor imigrasi mana yang bisa anda kunjungi, biasanya aplikasi akan mengarahkan berdasarkan kantor imigrasi terdekat dari domisili, tapi bukan berarti tidak bisa mengurus di kantor imigrasi yang lain. Kegunaan mpaspor ini adalah untuk mendapatkan nomor antrian pelayanan. Untuk kantor imigrasi yang belum terhubung dengan mpaspor, harap diperhatikan betul bahwa karena banyaknya masyarakat yang ingin membuat paspor maka untuk kenyamanan teman semua, lebih baik datang pagi untuk pengambilan antrian (bagi kantor imigrasi yang belum menerapkan antrian melalui mpaspor).

1. Mengisi Formulir

Setibanya teman jakartans di kantor imigrasi, bagi yang kantor imigrasinya belum terhubung dengan m paspor, teman akan diberikan formulir untuk diisi dan ditandatangani. Harap perhatikan betul data diri yang ditulis sesuai dengan data fisik yang ada. Disini, teman jakartans harus siap-siap membawa pulpen dan materai yang berlaku. Bagi yang kantor imigrasinya sudah terhubung dengan m passpor yang sudah berhasil mendapatkan nomor antrian dan sudah berhasil mengunggah dokumen-dokumen melalui mpaspor biasanya akan langsung diarahkan untuk pengambilan biometrik, foto dan wawancara.

2. Pengambilan foto dan biometrik

Tahap selanjutnya adalah interview, pengambilan foto dan biometrik. Pada tahap ini teman jakartans akan ditanya beberapa hal terkait identitas diri dan maksud tujuan pembuatan paspor. Sedikit hint dari penulis adalah upayakan jawabannya se general mungkin, misalnya ditanya buat paspor untuk apa? Maka jawab saja simple untuk jalan-jalan ke luar negeri. Kalau jawabannya untuk umroh, maka akan ditanya beberapa hal dan diminta dokumen-dokumen persyaratan.

3. Pembayaran

Langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran, untuk saat ini biaya pembuatan passport adalah sebesar 350.000 untuk paspor biasa 48 halaman, sementara untuk paspor tki dikenakan biaya 250.000 untuk 24 halaman. Pembayaran paspor dilakukan di bank persepsi, biasanya melalui bank-bank milik negara seperti BNI, MANDIRI dan BRI. Harap simpan baik-baik bukti pembayaran sebagai syarat pengambilan passport.

4. Pengambilan Passport

Seminggu atau minimal 3 hari kerja setelah pembayaran, teman jakartans sudah bisa mengambil paspor di kantor imigrasi tempat anda membuat passport. Tentu ada beberapa persyaratan, seperti membawa bukti pembayaran. Apakah pengambilan bisa diwakilkan? Sangat bisa, kalau anda adalah keluarga dalam satu KK, anda bisa mengambilkan tanpa memerlukan surat kuasa, jikalau anda mengambilkan untuk orang lain tidak satu KK, maka harus memiliki surat kuasa.

Gimana temans Jakartans, sudah siap untuk membuat paspornya? Ayo siapkan paspornya sekarang juga ya, sebelum promo-promo perjalanan berakhir, ingat promo liburan ke Selandia Baru belum tentu akan datang lagi, siap-siap dari sekarang ya.

Saomi Rizqiyanto

A scholars who also an enterpreneur. Graduate from University of Indonesia and Lecturer at State Islamic University Jakarta. A founder and CEO of Masamitra, an independent media consultant.